
LG G3 (LG)
LG akhirnya mengumumkan smartphone terbarunya yang sesuai prediksi sebelumnya, yakni LG G3. Suksesor G2 ini menghadirkan beberapa peningkatan dari versi terdahulunya. Seperti apa?
Diumumkan di London, Inggris, LG G3 hadir dengan bentang layar seluas 5.5 inch. Terlihat semakin impresif, karena smartphone ini salah satu yang pertama menggunakan kualitas layar QHD resolusi 2,560 x 1,440 kerapatan 538 ppi.
Dari sisi kamera, seperti yang sudah diduga sebelumnya. LG G3 memasangkan resolusi berkekuataan 13 Megapixel dengan tambahan fitur seperti image stabilization yang disebut OIS dan 'laser autofokus'. Sementara di bagian depannya disematkan 2.1 megapixel.
Dikutip detikINET dari Mashable, Rabu (28/5/2014), LG G3 semakin aman dengan fitur yang disebut Knock Code. Melalui fitur ini pengguna dapat membuka ponsel melalui serangkaian ketukan.
Tidak hanya itu saja, pengguna dapat menyimpan file di ponsel lebih aman dengan Content Lock,yang membuat file tertentu tersembunyi jikalau LG G3 Anda dipinjam oleh teman. Ada juga Switch Lock, yang memungkinkan pengguna menghapus data dari jarak jauh bila perangkatnya tercuri.
Desain LG G3 sekilas memang tidak terlalu banyak berubah bila dibandingkan G2, termasuk tombol on/off dan kontrol volume. Namun bahan yang digunakan jauh lebih premium di perangkat ini.
LG G3 menjalankan Android 4.4.2 KitKat dan didukung oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 801 dengan RAM 2GB. Sementara internal memorinya dipasangkan 16GB.
Melenggang pada 28 Mei, LG G3 hadir dengan varian warna berbeda Metallic Black, Silk White, Shine Gold, Moon Violet dan Burgundy Red
.

Direktur Trustworthy Computing Microsoft Tim Rains (krs/detikINET)
Windows XP masih memiliki basis besar pengguna kendati secara resmi sudah dibuat 'mati'. Tentu saja untuk pengguna yang masih setia menggunakannya, hal itu bukan tanpa risiko.
Microsoft saat ini telah menghentikan dukungan untuk sistem operasi yang sudah berusia 12 tahun tersebut. Artinya potensi ancaman program-program jahat terhadap Windows XP kini tentu saja jadi lebih besar.
"Pada prosesnya XP akan memiliki kerentanan yang tidak lagi mendapatkan tambalan. Orang-orang jahat akan mengincar itu," kata Direktur Trustworthy Computing Microsoft Tim Rains, dalam obrolannya bersamadetikINET dan media lainnya di kantor Microsoft Singapura, Rabu (14/5/2014).
Dengan ancaman-ancaman yang ada saat ini, Rains berharap benar para pengguna XP akan segera bermigrasi ke sistem operasi yang lebih anyar seperti Windows 7 atau Windows 8.
Kendati pun itu tak serta merta memupus potensi ancaman terhadap program-program jahat jika tidak dibarengi langkah-langkah pengamanan lain, menurutnya sistem operasi yang lebih baru tentu akan lebih aman.
"Harus diakui XP memang sangat dicintai jutaan orang di dunia, dan sudah jadi produk fenomenal dan suksea buat kami. Tapi dalam teknologi ada titik tertentu saat kita harus move on. Sudah saatnya beralih ke OS yang lebih aman seperti Windows 7 dan Windows 8," sebutnya.

Potato power (ilustrasi/TechRadar)
Kecanggihan perangkat pintar belum diimbangi dengan daya tahan baterainya. Itu sebabnya, pembesut gadget pun berlomba-lomba membuat baterai perangkat mereka tahan lama.
Nah, penemuan terbaru dari para peneliti di Virginia Tech University mungkin bisa menjadi solusinya. Mereka menciptakan terobosan dengan menggunakan bio energi dari bahan gula alami, ketimbang bahan kimia seperti Lithium yang umum dijumpai di baterai gadget.
Baterai dengan sumber energi gula alami ini diklaim para peneliti tersebut sangat ideal untuk digunakan pada ponsel. Berbeda dengan bio energi lain seperti Hydrogen dan Methanol, material gula boleh dibilang lebih aman karena bersifat non-explosive atau tidak mudah meledak dan terbakar.
"Sangat logis ketika kami mencoba 'memanen' sumber energi alami dengan cara yang ramah lingkungan, untuk digunakan pada baterai," ujar Profesor Y H Percival Yang, juru bicara para peneliti ini, seperti dikutip dari Tech Radar, Kamis (23/1/2014).
Menariknya, sumber energi alamiah ini didapatkan dari sari pati pada makanan sehari-hari, salah satunya kentang. Sari pati ini disebutkan Zhang dipecah secara bertahap menggunakan enzim cascade.
Dengan cara ini, elektron dengan kualitas signifikan akan muncul untuk menghasilkan arus energi. Sebelumnya, memang sudah ada penelitian mengenai sumber energi dari gula. Terobosan terbaru ini, diklaim Zhang dan timnya bisa memproduksi energi yang lebih signifikan.
"Metode kini bisa menyimpan 10 kali lebih banyak energi dibandingkan sumber energi dengan bahan dasar kimia," terang Zhang.
Laporan yang dimuat di jurnal ilmiah Nature Communications menuliskan, baterai berbahan dasar sari pati kentang bisa digunakan menyalakan baterai hingga tiga tahun dalam satu kali pengisian baterai.

Miracle Machine (Times of India)
Sebuah penemuan teknologi baru memungkinkan air diubah menjadi minuman anggur atau wine. Hanya perlu menambahkan sejumlah bahan lain, dan wine pun jadi dalam waktu tiga hari.
The Miracle Machine, demikian nama perangkat tersebut, diklaim memakan biaya yang cukup murah dalam pengembangannya.
Namun para developer alat ini tidak menyebutkan secara detail. Mereka hanya memberikan gambaran, normalnya untuk membuat wine paling tidak membutuhkan USD 20 atau sekitar Rp 227 ribuan.
Berbentuk seperti bejana yang digunakan dalam laboratorium kimia, Miracle Machine memiliki semacam bilik fermentasi. Bagian inilah yang nantinya mengubah campuran air, sari anggur, ragi dan finishing powdermenjadi wine.
Dilansir Times of India, Senin (10/3/2014), bilik ini memiliki sensor, transducer, pemanas dan pompa untuk menyediakan lingkungan yang cocok untuk tahapan fermentasi primer dan sekunder.
Selain alat, para developer juga membuat sebuah aplikasi yang digunakan di smartphone atau tablet. Aplikasi ini terkoneksi dengan Miracle Machine melalui Bluetooth untuk memantau perkembangan proses pembuatan wine.
Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk memilih rasa wine sesuai selera si peracik. Melalui aplikasi, si peracik akan diberitahu bahan apa saja yang perlu ditambahkan untuk menciptakan wine yang diinginkan. Misalnya takaran finishing powder yang tepat, akan membuat wine punya rasa seperti sudah melewati proses fermentasi bertahun-tahun.

Ilustrasi (gettyimages)
Hadirnya kantor Apple di Indonesia tentunya akan membuka lowongan pekerjaan. Jadi siap-siap, lengkapi CV Anda jika memiliki mimpi untuk berkarir di perusahaan pembuat iPhone dan iPad itu.
Apple membuka lowongan untuk ditempatkan di Jakarta. Posisi yang kosong adalah HR Business Partner.
Dalam keterangan lowongan pekerjaan yang diposting Apple di LinkedIn, para kandidat ditantang untuk dapat menjalin kolaborasi dengan tim Apple lainnya untuk berbisnis di Indonesia.
Termasuk untuk dapat membuat strategi bisnis yang sinergis dan mengembangkan pedoman human resource yang profesional serta mampu mendukung internal clien group.
Memang, baru satu posisi itu yang tengah dibuka Apple paska diketahui telah membentuk PT. Apple Indonesia. Tentunya jika perusahaan ini makin besar, lowongan pekerjaan yang dibuka pun bakal lebih banyak lagi.
Untuk saat ini, kantor Apple yang bertempat di area perkantoran elit WTC II Sudirman, Jakarta, memang masih dalam tahap renovasi.
Ketika detikINET menyambangi, masih sulit untuk mencari karyawan Apple untuk bisa menggali informasi yang lebih dalam lagi. "Harus bikin janji dulu," kata resepsionis di depan.
Sayangnya, kepada siapa harus bikin janji juga tak semudah yang dibayangkan. Ya, seperti biasa, Apple sepertinya masih tertutup.

Peluncuran Cisco DX80 di Macau (rou/detikINET)
Cisco tak mau terjebak nostalgia. Meskipun sudah enak jadi raja di teknologi jaringan berbasis IP, vendor asal San Francisco ini merasa sudah saatnya untuk move on dan melebarkan sayap bisnisnya dengan fokus utama bermain di solusi mobile dan cloud.
"Mobile dan cloud jadi fokus utama kami saat ini. Kami ingin hadir di semua perangkat, mulai dari gadget di saku Anda hingga di ruang rapat. Dan semua menjadi mungkin dengan teknologi cloud," kata Rowan Trollope, Senior Vice President & General Manager Collaboration Technology Group Cisco.
Dalam perbincangan dengan para media dan analis dari Asia Pasifik, termasuk detikINET, Cisco memaparkan tahap demi tahap dari evolusi teknologinya dalam acara APJ Collaboration Connection 2014 di Hotel Sheraton, Macau.
Selain menghadirkan DX80, DX70, dan IP phone seri 8800, raksasa teknologi ini juga tengah menyiapkan komersialisasi dari Cisco Collaboration Meeting Room (CMR). Ini adalah solusi meeting virtual yang disiapkan Cisco untuk bisa diadopsi oleh gadget apapun dengan berbagai platform.
"Dengan CMR ini nanti kita bisa meeting di mana saja dan kapan saja dari device apa saja. Mau di desktop, laptop, tablet, smartphone, semua bisa asalkan perangkatnya open standard," kata Rowan.
Solusi ini rencananya dirilis paling cepat awal 2015 mendatang. Untuk biayanya, Cisco kabarnya akan mengenakan tarif sekitar USD 50 untuk tiap yang terdaftar untuk koneksi meeting virtual yang sudah didukung fitur audio video ini.
Untuk mendukung teknologi ini, Cisco juga telah menggandeng ribuan partner untuk menyediakan satu jutaend point dan 19 data center yang tersebar di seluruh dunia. Untuk lokasi data centernya, Cisco mengaku harus merahasiakannya.